| Thursday, 08 March 2012 03:10 |
|
Panitia pelaksana Musabaqah Tilawatil
Quran (MTQ) XXIV di Ambon, Provinsi Maluku pada 9 Juni 2012, akan
mengantisipasi kenaikan harga tiket pesawat menjelang dan berakhirnya
kegiatan tersebut. "Kami akan mengantisipasi kenaikan harga tiket
pesawat ketika menjelang dan berakhirnya pelaksanaan MTQ nanti,"
kata Sekretaris Umum panitia pelaksana MTQ XXIV Burhan Bandjar, yang
juga Asisten Gubernur Maluku Bidang Kesejahteraan Rakyat kepada ANTARA
di Ambon, Rabu. Ia menjelaskan, apabila harga bahan bakar minyak (BBM)
naik, maka kemungkinan harga tiket pesawat akan meningkat.
Untuk itu, kata dia, harus segera diantisipasi karena akan mempengaruhi kedatangan kafilah MTQ ke Ambon. Pihak panitia akan meminta bantuan dan dukungan maskapai penerbangan yang melayani rute ke Ambon, agar tidak menaikan harga tiket saat menjelang dan berakhirnya kegiatan MTQ XXIV tersebut. "Kalaupun nantinya ada kenaikan harga tiket pesawat, kami perlu mendiskusikan ini bersama-sama, sehingga tidak mempengaruhi kedatangan peserta MTQ ke sini," ujarnya. Menurut Bandjar, sedikitnya 2.000-an orang akan mengikuti kegiatan MTQ XXIV. Setiap provinsi di Indonesia akan mengirimkan sedikitnya 60 orang peserta. "Peserta pendukung kegiatan jauh lebih banyak. DKI Jakarta akan mengirimkan sekitar 300 orang, 60 orang peserta lomba, sisanya memeriahkan MTQ," katanya. Ia mengatakan, infrastruktur yang akan digunakan untuk pelaksanaan lomba membaca Al Quran tersebut, telah rampung sebanyak 85 persen. Infrastruktur yang akan digunakan untuk MTQ, yakni Lapangan Merdeka, Islamic Center, Taman Seni Baca Alquran (tasbaq), Masjid Raya Alfatah, dan Gelanggang Olahraga (GOR) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon. "Pekan kedua Mei 2012 dipastikan sudah akan selesai semua, karena kegiatan lomba akan dipusatkan di sana. Sedangkan acara pendukungnya seperti pameran dan Maluku Expo akan digelar di Lapangan Galunggung," katanya. Bandjar menambahkan, warga kota Ambon, khususnya umat Kristiani sangat mendukung pelaksanaan MTQ di kotanya. Selain Keuskupan Amboina dan Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) menyediakan beberapa penginapan, rumah-rumah pendeta juga akan digunakan sebagai tempat tinggal kafilah, apabila hotel dan penginapan tidak cukup menampung peserta. "Kami sudah mengimbau, dan para pendeta di sini bersedia menjadikan rumahnya sebagai tempat tinggal kafilah MTQ apabila dibutuhkan," kata Burhan Bandjar. Sumber : Berita Daerah |
Selasa, 13 Maret 2012
MENJELANG MTQ NASIONAL KE XXIV MALUKU
Panitia MTQ Antisipasi Kenaikan Harga Tiket Pesawat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar